Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan

Selasa, Agustus 31, 2010

Tujuh Jenis Aplikasi Wajib Android



FORSEL
Aplikasi Camera360 untuk meningkatkan kinerja fitur fotografi ponsel Android.

JAKARTA, KOMPAS.COM- Bagaimanapun ponsel Android, tanpa menambahkan aplikasi memang terasa kurang "nendang". Di Google Market Services (GMS) saja sudah tercatat lebih dari 100 ribu aplikasi. Sayang sekali jika Anda tak menjajal aplikasi yang begitu banyak ini.

Namun, tak semua aplikasi harus diunduh. Menurut majalah FORSEL ada tujuh jenis atau kategori aplikasi yang sifatnya "wajib" dimiliki. Ketujuh aplikasi tersebut antara lain;

Task Killer
Banyak sekali aplikasi seperti ini, mulai dari yang gratis (biasanya disertai banner iklan) hingga berbayar. Aplikasi ini berguna untuk mematikan aplikasi yang berjalan di background dan menambah free memory agar ponsel tetap responsif.
Aplikasinya antara lain: A Task Killer, Automatic Task Killer, Task Killer Pro.

File Manager dan Kompresi
Berfungsi untuk mengatur isi memori eksternal, menghapus file atau aplikasi, menginstall aplikasi dari microSD dan sebagainya. Beberapa juga berguna untuk membuka file *.zip atau *.rar yang merupakan file kompresi ketika mengunduh dari internet.
Aplikasinya antara lain: AndroZip File Manager, ASTRO File Manager, Open Manager.

BackUp dan Restore
Tak perlu repot menghubungkan dengan PC/laptop. Dengan aplikasi yang tepat, data yang ada pada ponsel bisa di-backup atau restore dengan mudah ke server empunya aplikasi atau ke microSD.
Aplikasinya antara lain: Titanium Backup, SMS Backup & Restore, Mobile Backup II.

Manajemen Data
Jika tidak beruntung menggunakan paket jaringan internet unlimited atau koneksi Wi-Fi non-stop gunakan aplikasi manajemen data. anda bisa mengatur kapan saja dengan aplikasi ini.
Aplikasinya antara lain: Toggle Data Widget, APNdroid, Data On/Off.

Tethering
Fitur yang baru tersedia secara langsung di v2.2 FroYo. Namun untuk USB Tether sudah bisa dilakukan dengan aplikasi. Beberapa vendor seperti HTC, Huawei, dan Nexian sudah memberikan fitur ini langsung di ponselnya.
Aplikasinya antara lain: Easy Tether Lite, Barnacle Wifi Tether (root only), Wireless Tether (for root users).

Power Control Widgets
Aplikasi ini untuk mengatur menu seperti WiFi, Bluetooth, brightness, dan sebagainya. Biasanya aplikasi seperti ini tersedia langsung di dalam ponsel. Jika tidak, Anda bisa mengunduh widget yang berhubungan satu-persatu atau yang berupa paket.
Aplikasinya antara lain: Power Control Plus (harga 1.99 dollar), Widget by Curve Fish, Widget by DroidMania.

Fotografi
Fungsi kamera di OS Android, apalagi di bawah v2.1 Eclairs, memang kurang banyak. Beberapa vendor seperti Sony Ericsson memang memberikan update sendiri untuk peningkatan fitur kameranya.
Aplikasinya antara lain: Camera ZoomFX (harga 4,51 dollar), FxCamera, Retro Camera.

Sekarang silakan unduh agar ponsel Android Anda lebih berdayaguna. Jika ingin lebih paham silakan baca majalah FORSEL edisi September 2010. (ANDRY/FORSEL)

Continue reading...

'Smartphone' Android Mulai Disusupi Trojan


Logo Android

JAKARTA, KOMPAS.com — Popularitassmartphone berbasis Android mulai menjadi incaran penjahat dunia maya. Trojan bernama Trojan-SMS.AndroidOS.FakePlayer.a diketahui telah menginfeksi sejumlah perangkat smartphoneberbasis platform buatan Google tersebut. Munculnya trojan tersebut dideteksi Kaspersky Lab, pengembang solusi manajemen konten keamanan terkemuka.

Program jahat baru ini menembus smartphoneAndroid dengan menyamar sebagai aplikasimedia player yang tidak berbahaya. Pengguna akan diminta untuk menginstal file berukuran 13 KB dengan ekstensi standar Android.APK. Setelah terinstal di ponsel, Trojan menggunakan sistem tersebut untuk mengirimkan SMS ke nomor premium tanpa sepengetahuan dan persetujuan pemiliknya, kemudian mentransfer sejumlah uang dari akun pengguna ke pelaku.

Kategori Trojan-SMS merupakan kelas malware yang tersebar paling luas untuk ponsel saat ini, tetapi Trojan-SMS.AndroidOS.FakePlayer.a adalah malware pertama yang secara spesifik menargetkan platform Android. Perlu diketahui bahwa telah ada kasus isolasi pada perangkat Android yang terinfeksi dengan spyware. Program ini pertama kali muncul pada tahun 2009.

"Riset pasar IT dan organisasi analisis IDC mencatat bahwa penjualan pada perangkat Android mengalami pertumbuhan penjualan tertinggi di antara produsen smartphone. Sebagai hasilnya, kami melihat kenaikan dalam jumlah malware yang menargetkan platform tersebut," ujar Denis Maslennikov, Mobile Research Group Manager at Kaspersky Lab, dalam siaran persnya pekan lalu.

Kaspersky Lab menganjurkan pengguna untuk memerhatikan layanan aplikasi yang meminta akses ketika sedang diinstal. Hal ini mencakup akses ke layanan premium yang dikenakan biaya untuk mengirimkan SMS dan melakukan panggilan. Bila pengguna setuju dengan fungsi-fungsi tersebut selama proses instalasi, maka smartphone akan dapat melakukan panggilan dan mengirimkan SMS tanpa persetujuan dari pengguna.

Signature dari Trojan-SMS.AndroidOS.FakePlayer.a telah ditambahkan ke dalam database antivirus Kaspersky Lab sehingga dapat diatasi menggunakan solusi keamanan perusahaan keamanan tersebut.

Continue reading...

Mencoba Broadband LTE di Kecepatan 431 Km/jam


KOMPAS.COM/HERU MARGIANTO
Proses pengunduhan terlihat pada grafik berwarna merah. Di atas kereta Maglev yang meluncur dengan kecepatan 431 kilometer per jam, sebuah file sebesar 1 gigabye diunduh melalui jaringan pita lebar nirkabel.


KOMPAS.com
- Salah satu masalah dalam koneksi jaringan pita lebar nirkabel baik Wimax atau LTE adalah kemampuan koneksi bergeraknya. Beda dengan jaringan WiFi yang dirancang bekerja dalam kondisi statis. Tantangannya, bagaimana agar perpindahan akses dari satu cakupan sel jaringan seluler ke sel yang lain bisa tetap mulus tanpa putus dan tetap dengan kecepatan tinggi.

Nah, mungkinkah koneksi jaringan pita lebar lebar nirkabel bisa stabil dalam keadaan bergerak? Suatu pagi beberapa waktu lalu Kompas.com berkesempatan menyaksikan jawaban atas pertanyaan di atas. Huawei, perusahaan komunikasi asal China menunjukkan teknologi terkininya di atas kereta cepat Maglev yang meluncur pada kecepatan 431 kilometer per jam.

Sahibzada Ahmed Noor, Wireless Marketing Departement Manager Huawei, meyambut kami di stasiun kereta cepat Maglev, Shanghai, China. "Kita nanti akan melihat bahwa koneksi nirkabel bergerak jaringan pita lebar kini sudah memungkinkan dilakukan, bahkan dalam keadaan bergerak pada kecepatan tinggi. Huawei membangun infrastruktur ini di sejumlah kota di Èropa yang memiliki kereta api cepat," jelas Ahmed.

Maglev adalah salah satu andalan transportasi di Shanghai. Kereta cepat berel magnet ini meluncur langsung menuju Bandara Internasional Pudon dari Long Yang Road di Distrik Lujiazui. Pemerintah Kota Shanghai menggunakan Maglev sejak September 2003.

Pagi itu kami dalam perjalanan menuju bandara internasional Pudong yang jaraknya sekitar 30 km atau setara dengan jarak stasiun Bekasi-Sudirman. KRL di Jakarta butuh waktu kurang lebih 30 menit menempuh jarak sejauh itu, sementara Maglev hanya butuh waktu 7 menit. Ah, betapa indahnya jika Jakarta memiliki kereta yang luar biasa ini.

Di atas kereta, Ahmed menyiapkan sebuah laptop, GPS, dan koneksi broadband LTE. Maglev bergerak perlahan. Layar penunjuk kecepatan menunjukkan angka kecepatan bergerak naik secara konstan...120...150...250....350....km per jam.

Dengan koneksi LTE Ahmed mencoba mengunduh sebuah file sebesar 1 gigabyte. Di layar komputer grafik yang menunjukkan proses pengunduhan bergerak stabil, kecepatan unduh data maksimal mencapai 55,2 mbps. Sementara, Maglev meluncur dalam kecepatan maksimal hingga 431 km per jam. Tidak sampai satu menit, hanya 48 detik, proses pengunduhan berhasil dilakukan dengan sempurna.

Huawei mengklaim sebagai provider mobile broadband nomer satu di dunia. Data Delioro 2009 menunjukkan Huawei menguasai 28 persen pasar untuk penyelenggara jaringan pita lebar bergerak nirkabel (mobile broadband network provider). Sementara, untuk mobile broadband devices provider, Huawei mengklaim mengusai 45 persen pasar. Sampai akhir Juli 2010 Huawei telah menandatangani 14 kontrak untuk pemasangan jaringan pita lebar nirkabel di seluruh dunia
.

Continue reading...

"Notebook" Layar Sentuh Ketik Jempol"


KOMPAS/RENE L PATTIRADJAWANE
Fujitsu UH900

KOMPAS.com - Di tengah persaingan komputer notebook, terutama kehadiran netbook yang murah dan terjangkau kebanyakan konsumen, menjadi tantangan tersendiri untuk bisa menghadirkan produk teknologi komputer yang bisa menarik minat banyak orang.

Ini setidaknya yang berupaya dilakukan Fujitsu asal Jepang yang selama ini dikenal menghasilkan produk-produk komputer berkualitas dan dikenal memiliki teknologi canggih dan andal, seperti miniaturisasi komponen motherboard yang bisa memuat berbagai fitur perangkat keras, seperti modem 3G yang memuat SIM card atau GPS untuk menentukan arah.

Harganya yang terbilang mahal di tengah persaingan komputer netbook murah di antara merek-merek multinasional lain menyebabkan Fujitsu perlu mencari bentuk desain dan teknologi berbeda agar tetap menjadi produk yang berkelas dan sekaligus mampu mencerminkan gaya hidup penggunanya

Fujitsu pun sadar keunggulan yang dimiliki adalah miniaturisasi yang menggabungkan berbagai fitur perangkat keras yang futuristik. Hasilnya, produk dalam kategori LifeBook seri UH900 dengan berat hanya 500 gram menjadi notebook paling ringan.

Layar sentuh

LifeBook UH900, dikemas dalam ukuran yang sangat kecil dengan dimensi panjang 20,4 cm dan lebar 10,65 cm, terasa seperti memegang dompet di tangan penggunanya. Produk baru Fujitsu ini pun tersedia dalam berbagai warna, menyesuaikan selera penggunanya untuk gaya hidup.

Monitor yang digunakan UH900 berukuran 5,6 inci (diagonal 14,22 cm) menggunakan teknologi SuperFine WXGA yang mampu menghadirkan resolusi 1.280 x 800 piksel. Tampilan yang jernih dan tajam monitornya juga masih dilengkapi dengan teknologi passive touch, memungkinkan penggunanya untuk mengendalikan Windows 7 dengan menyentuh.

Teknologi layar sentuh LifeBook UH900 ini berbeda dengan teknologi sentuh monitor notebook pada umumnya karena UH900 memungkinkan penggunanya untuk melakukan multi-touch, memperbesar situs web atau foto digital dengan jari tangan.

Salah satu yang menarik adalah penggunanya juga bisa menggunakan jempol untuk mengetik pada papan ketik QWERTY karena ukurannya memungkinkan untuk melakukan itu. LifeBook UH900 menjadi produk sempurna kalau saja monitornya tidak sekecil yang ada, tetapi memanjang memenuhi seluruh bagian.(rlp)

Continue reading...
 

Cookies Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template In collaboration with fifa
Cake Illustration Copyrighted to Clarice