Tampilkan postingan dengan label Campur-Campur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Campur-Campur. Tampilkan semua postingan

Senin, Desember 13, 2010

Berteman dengan Mantan Kekasih? Kenapa Tidak!



Angga Firmanza - wolipop

img 
Dok. Thinkstock
Jakarta - Setelah hubungan berakhir, ada periode dimana Anda dan pasangan mencoba untuk menjadi teman biasa. Ada yang berhasil dan ada yang gagal. Jika Anda tetap ingin menjalin hubungan baik dengan mantan kekasih, tips dari eharmony berikut ini dapat membantu.

Sabar
Jangan terburu-buru untuk menjalin hubungan pertemanan dengan mantan kekasih jika baru saja putus. Perasaan sakit hati tidak akan hilang begitu saja, maka tunggulah hingga perasaan tersebut memudar.

Berapa waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan sakit hati tersebut? Semuanya tergantung dari seberapa besar rasa sakit yang ia alami dan seberapa mampu ia mengobati rasa sakitnya tersebut. Yang jelas, semakin dalam hubungan Anda dengannya, maka akan semakin lama melupakan masa lalunya dengan Anda.

Berhati-hatilah
Jika ia sudah kembali normal, maka mulailah untuk menemuinya. Pertemuan sebaiknya tidak dengan dinner berdua. Hal ini dapat mengembalikan perasaan dia atau bahkan Anda sendiri. Mengajaknya makan siang atau menemuinya bersama teman Anda dan dia memiliki risiko yang lebih rendah.

Mulailah untuk membuka obrolan dengannya. Anda bisa menanyakan kabarnya dan kesibukannya belakangan ini. Jaga agar topik yang dibahas tetap ringan dan jangan sekali-kali Anda menyinggung masa lalu, meskipun yang dibahas adalah hal yang baik.

Buat batasan
Membuat batasan dengan mantan kekasih sangatlah penting untuk menjaga persahabatan Anda dengannya. Hindari perbincangan yang intim, misalnya saja menceritakan kehidupan pribadi Anda. Batasan lainnya adalah menghindari kontak fisik dengannya, perasaan cinta bisa kembali kapan saja. (af1/af1) 


Sumber

Continue reading...

Selasa, November 30, 2010

5 Kebiasaan Buruk Wanita Single


Angga Firmanza - wolipop

img 
Dok. Thinkstock
Jakarta - Menjadi single tidaklah buruk. Hanya saja kebiasaan yang dilakukan para wanita single sering kali terlihat menyedihkan sehingga tidak ada orang yang mau sendirian.

Berikut ini kebiasaan-kebiasaan buruk yang biasa dilakukan oleh wanita single, seperti yang dikutip dari shine.yahoo.

Hibernasi
Cara paling mudah untuk mendapatkan pasangan adalah dengan bertemu orang. Sayangnya banyak wanita single yang lebih memilih untuk bermalas-malasan di kamarnya saat akhir pekan.

Mengeluh dengan teman
Jika Anda secara rutin bepergian dengan satu teman dan terus mengeluh tentang pria kepadanya, Anda justru mempersulit diri sendiri untuk mendapatkan pasangan. Tinggalkan pemikiran negatif terhadap pria dan sadarilah bahwa tidak ada orang yang sempurna. Yang perlu ditanamkan adalah bagaimana menerima pria apa adanya, bukan terus-terusan mengeluhkan kekurangannya.

Berpikir semua orang payah
Tidak semua orang payah, namun sangat mudah bagi seseorang yang putus asa untuk mengatakan hal ini karena menganggap dirinya paling benar. Sadarilah bahwa hal ini sebenarnya merupakan keegoisan diri sendiri.

Bersedih
Kadang menjadi single memang menyedihkan, namun jika Anda menyibukkan diri dengan bekerja dan berkumpul bersama teman atau keluarga, pasti rasa sepi akan hilang.

Melihat kebelakang
Mengenang kenangan indah memang baik, namun jika kenangan tersebut adalah kenangan bersama mantan kekasih, maka Anda akan terlarut dalam kesedihan dan terjebak di masa lalu.


sumber
Continue reading...

Sabtu, November 13, 2010

Siapakah Pria Beruntung Itu?



Masih bingung menentukan pilihan Anda? Siapakah pria beruntung yang pantas untuk mendapatkan hati Anda? Tak mudah mencari jawabannya, apalagi butuh waktu yang tak sebentar untuk mengenal pribadi seseorang.
KapanLagi.com - "Find a guy who calls you beautiful instead of hot, who calls you back when you hang up on him, who will lie under the stars and listen to your heartbeat, or will stay awake just to watch you sleep... wait for the boy who kisses your forehead, who wants to show you off to the world when you are in sweats, who holds your hand in front of his friends, who thinks you' re just as pretty without makeup on. One who is constantly reminding you of how much he cares and how lucky he is to have you... The one who turns to his friends and says, thats her..." - nn-

Masih bingung menentukan pilihan Anda? Siapakah pria beruntung yang pantas untuk mendapatkan hati Anda? Tak mudah mencari jawabannya, apalagi butuh waktu yang tak sebentar untuk mengenal pribadi seseorang. 

Cinta tak dapat hanya dibuktikan dengan kata-kata manis saja, sikap menunjukkan 80% rasa cinta seseorang. "I love you" saja kini memang tak cukup untuk membuat seorang wanita jatuh hati. Bukan bermaksud terlalu memilih, namun memang dengan kemajuan jaman ini kita dituntut untuk lebih selektif. Apalagi yang menjadi obyek pilihan ini adalah orang yang akan menjadi pendamping kita seumur hidup. Wah harus ekstra hati-hati nih.

Apabila kita pergi ke pasar untuk berbelanja, tentu kita tidak asal membeli barang-barang yang kita butuhkan secara asal kan? Ada beberapa tahapan yang memang telah menjadi kebiasaan dalam memilih bahan makanan. Anda pasti jago melakukannya. Bedanya, saat membeli sayur yang mungkin ada selembar daunnya yang menguning, Anda bisa membuangnya dan tak perlu memasaknya. 

Namun, jika yang Anda pilih ini adalah calon pasangan hidup Anda, ketika ada bagiannya yang telah menguning apakah kita juga langsung membuangnya? Wah lihat-lihat dulu dong. Yang jelas, pilihlah pasangan yang tetap mengagumi kecantikan Anda walaupun tak ada polesan make up yang menghiasi wajah Anda. 

Pria yang pantas mendampingi Anda adalah dia yang bahagia melihat wajah Anda yang tengah tertidur pulas. Atau seseorang yang memperjuangkan Anda ketika hubungan itu nyaris berakhir. Seseorang itu adalah orang yang menghadiahi ciuman di kening Anda dan mengusap lembut pipi Anda. Dia akan tetap menggenggam erat tangan Anda, walaupun matahari membuat keringat menetes membasahi wajah cantik Anda.

Pria yang sangat beruntung ini adalah dia yang selalu bersyukur atas pertemuannya dengan Anda, merengkuh bahu Anda dan mengatakan ia selalu merindukan Anda. Dengan rasa bangga ia ingin semua dunia tahu bahwa Anda adalah kekasihnya. Dan yang pasti ia adalah orang yang selalu merasa yakin dan dengan antusias mengatakan, "Dialah orang yang kucintai."

Pria beruntung ini adalah sosok yang selalu hadir untuk Anda, berusaha untuk melindungi dan menghargai Anda di sisi-sisi waktu sibuknya.

Pria beruntung ini bukan sekedar sosok yang ingat kapan hari ulang tahun Anda, tetapi tahu dan ingat betul bagaimana cara membuat Anda tersenyum bahagia.

Pria ini berpikir untuk membahagiakan Anda dan menggandeng tangan Anda erat menyongsong matahari terbit di ufuk timur jauh di sana.

Jadi siapakah pria beruntung Anda ini?

sumber : http://woman.kapanlagi.com/relationship/love/626-siapakah-pria-beruntung-itu.html
Continue reading...

Rabu, November 10, 2010

President Obama "Pulang Kampung"


Pidato Lengkap Obama di Balairung Universitas Indonesia  

Presiden Amerika Serikat Barack Obama sesaat sebelum memberikan kuliah Umum di Universitas Indonesia, Jakarta, Rabu (10/11). ANTARA/REUTERS/Jason Reed
TEMPO InteraktifJakarta - Presiden Amerika Barack Obama sekitar pukul 09.30 tadi pagi memberikan kuliah umum di Universitas Indonesia. Kuliah umum di Balairung Universitas Indonesia tersebut dihadiri sekitar 6.000 orang dari berbagai kalangan.


Berikut adalah pidato Presiden Obama yang disalin dari situs resmi gedung putih, whitehouse.gov:



Terima kasih. Terima kasih, terima kasih banyak, terima kasih kepada semuanya. Selamat pagi. (saat mengucapkan kata-kata ini dalam bahasa Indonesia, Obama disambut tepuk tangan meriah). Merupakan hal ini yang indah dan menyenangkan berada di sini, di Universitas Indonesia. Kepada pihak fakultas, staf, dan mahasiswa, dan untuk Dr. Gumilar Rusliwa Somantri, terima kasih banyak atas keramahan Anda. (lagi-lagi peserta kuliah umum bertepuk tangan)



Assalamu Alaikum dan salam sejahtera. Terima kasih atas sambutan yang indah ini. Terima kasih kepada masyarakat Jakarta dan terima kasih kepada masyarakat Indonesia.



Pulang kampung nih. (Diucapkan dalam Bahasa Indonesia, tepuk tangan bergemuruh lagi) Saya sangat senang karena saya berhasil kembali ke Indonesia dan Michelle bisa datang bersama saya. Kami sempat beberapa kali membatalkan kunjungan sejak awal tahun ini, tapi saya bertekad untuk mengunjungi negara yang sangat berarti bagi saya. Dan sayangnya, kunjungan ini terlalu singkat, tapi saya berharap bisa datang kembali tahun depan ketika Indonesia menjadi tuan rumah KTT Asia Timur. (Tepuk tangan)



Sebelum melanjutkan pidato ini, saya ingin mengajak semuanya untuk mendoakan warga Indonesia yang terkena dampak tsunami baru-baru ini dan letusan gunung berapi, terutama mereka yang telah kehilangan orang yang dicintai, dan mereka yang telah kehilangan segalanya. Dan saya ingin Anda semua tahu bahwa seperti biasa, Amerika Serikat akan berdiri berdampingan berdiri dengan Indonesia dalam menghadapi bencana ini. Dan kami akan senang hati membantu jika diperlukan. Sebagai tetangga, dan keluarga, pasti akan saling membantu sesama pengungsi. Saya tahu bahwa rakyat Indonesia memiliki kekuatan dan ketahanan untuk bisa melewati ini semua.



Saya akan mulai sambutan ini dengan pernyataan sederhana: Indonesia bagan dari diri saya. (Tepuk tangan) Saya pertama kali datang ke negara ini ketika ibu saya menikah dengan seorang Indonesia bernama Lolo Soetoro. Dan sebagai anak muda, saya datang ke bagian dunia yang berbeda. Tetapi rakyat Indonesia dengan cepat membuat saya merasa berada di rumah sendiri.



Jakarta sekarang, tampak sangat berbeda dengan dulu. Kota ini penuh dengan bangunan tinggi. Pada tahun 1967, '68, sebagian besar dari Anda belum lahir (Obama mengucapkan ini sambil tertawa), Hotel Indonesia adalah salah satu bangunan tinggi dan hanya ada satu department store besar bernama Sarinah. Itu dia. (Tepuk tangan) Becak dan bemo, bisa kita temukan dengan mudah di sekitar kita. Tidak ada jalan raya besar seperti yang Anda miliki saat ini. Kebanyakan dari mereka jalan di jalan beraspal dan kampung-kampung.



Jadi kami pindah ke Menteng Dalam, dimana - (tepuk tangan) - hei, beberapa orang dari Menteng Dalam yang datang ke sini? (Tepuk tangan) Dan kami tinggal di sebuah rumah kecil. Kami memiliki pohon mangga di depan rumah. Dan saya belajar untuk mencintai Indonesia dengan menerbangkan layang-layang dan berjalan di sepanjang pematang sawah dan menangkap capung, membeli sate dan bakso dari pedagang kaki lima. (Tepuk tangan) Saya masih ingat teriakan dari penjualnya. Sate! (Tertawa) Saya ingat itu. Bakso! (Tertawa) Tapi sebagian besar dari semua, saya ingat orang-orang, - orang tua dan wanita yang menyambut kami dengan senyum, anak-anak yang membuat anak asing merasa seperti seorang tetangga dan seorang teman, dan guru yang membantu saya belajar tentang negara ini.



Karena Indonesia terdiri dari ribuan pulau, dan ratusan bahasa, dan orang-orang dari sejumlah daerah dan kelompok etnis, hal itu membantu saya ketika saya di sini, untuk menghargai hubungan antar manusia dan kemanusiaan dari semua orang. Dan ayah tiri saya, seperti sebagian besar orang Indonesia, dibesarkan oleh seorang Muslim, ia sangat yakin bahwa semua agama layak dihormati. Dan dengan cara ini - (tepuk tangan) - dengan cara ini ia mencerminkan semangat toleransi umat beragama yang diabadikan dalam konstitusi Indonesia, dan tetap menjadi salah satu karakteristik yang inspiratif. (Tepuk tangan)



Saya tinggal di sini selama empat tahun - waktu yang cukup membantu membentuk masa kecil saya. Ada waktu melihat kelahiran adik saya yang luar biasa, Maya, ada waktu yang membuat saya terkesan pada ibu saya karena dia terus kembali ke Indonesia selama 20 tahun berikutnya untuk hidup dan bekerja dan melakukan perjalanan - demi kecintaannya dengan berkesempatan mempromosikan berbagai hal di desa-desa di Indonesia, terutama kesempatan bagi perempuan dan anak-anak. Dan saya sangat tersanjung - (tepuk tangan) - Saya sangat tersanjung ketika Presiden Yudhoyono tadi malam saat makan malam, negara memberikan penghargaan atas nama ibuku, mengakui pekerjaan yang dia lakukan. Dan dia akan sangat bangga, karena ibu saya berpegang pada Indonesia dan sangat dekat dengan orang-orangnya, seumur hidupnya. (Tepuk tangan)



Begitu banyak yang berubah dalam empat dasawarsa sejak saya naik pesawat untuk pindah kembali ke Hawaii. Jika Anda meminta saya - atau dari sekolahku saya yang mengenal saya saat itu - Saya tidak berpikir bahwa suatu hari nanti saya akan kembali ke Jakarta sebagai Presiden Amerika Serikat. (Tepuk tangan) Dan bisa berbagi kisah yang luar biasa dari Indonesia selama empat dekade terakhir.



Jakarta, seperti yang pernah saya kenal, telah tumbuh menjadi sebuah kota yang dipenuhi hampir 10 juta orang, dengan gedung pencakar langit seperti Hotel Indonesia, dan berkembang menjadi pusat budaya dan perdagangan. Sementara teman Indonesia saya, dan saya yang dulu berlari-lari dengan kerbau dan kambing - (tertawa) - generasi baru Indonesia termasuk yang paling aktif online di dunia - terhubung melalui telepon seluler dan jaringan sosial. Dan sementara Indonesia sebagai bangsa muda terfokus ke dalam, Indonesia yang berkembang saat ini memainkan peran kunci di Asia Pasifik dan di ekonomi global. (Tepuk tangan)



Sekarang, perubahan ini juga meluas ke politik. Ketika ayah tiri saya masih kecil, ia melihat ayahnya sendiri dan kakak meninggalkan rumah untuk berjuang dan mati dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dan aku senang berada di sini pada Hari Pahlawan untuk menghormati sejarah Indonesia yang telah begitu banyak berkorban untuk nama negara besar ini. (Tepuk tangan)



Ketika saya pindah ke Jakarta, tahun 1967, itu adalah masa-masa terjadinya penderitaan dan konflik besar di berbagai bagian negara ini. Dan meskipun ayah tiriku pernah bertugas di Angkatan Darat, kekerasan dan pembunuhan selama pergolakan politik di masa itu, sebagian besar tidak saya ketahui karena itu tak terucapkan oleh keluarga dan teman-teman Indonesia saya. Dalam rumah tangga saya, seperti begitu banyak orang lain di seluruh Indonesia, kenangan itu tak terlihat. Indonesia memiliki kemerdekaannya, tetapi seringkali mereka takut untuk berbicara dan mengeluarkan pikiran mereka tentang berbagai isu-isu.



Pada tahun-tahun sejak waktu itu, Indonesia kini bisa melakukan transformasi demokratis yang luar biasa - dari aturan tangan besi menjadi rakyat yang berdaulat. Dalam beberapa tahun terakhir, dunia telah menyaksikan dengan harapan dan kekaguman bahwa orang Indonesia berjalan dalam damai saat terjadi pengalihan kekuasaan dan pemilihan langsung pemimpin-pemimpin. Dan sebagaimana halnya sebuah demokrasi, Anda memilih presiden dan legislatif, demokrasi Anda ditopang oleh sebuah masyarakat sipil yang dinamis, partai politik, media massa, dan warga, bergerak bersama dan memastikan bahwa - di Indonesia - tidak akan ada berbalik dari demokrasi.



Bahkan di tanah muda saya ini, saya belajar untuk mencintai Indonesia - bahwa semangat toleransi yang ditulis ke dalam Konstitusi; dilambangkan di masjid-masjid dan gereja dan kuil-kuil yang berdiri berampingan satu sama lain; yang semangatnya terkandung pada Anda semua. (Tepuk tangan) Bhinneka Tunggal Ika - kesatuan dalam keragaman. (Tepuk tangan) Ini adalah dasar dari contoh Indonesia untuk dunia, dan ini mengapa Indonesia akan memainkan peranan penting dalam abad ke-21.



Jadi hari ini, saya kembali ke Indonesia sebagai teman, tetapi juga sebagai seorang Presiden yang mencari kemitraan yang dalam dan kekal antara kedua negara kita. (Tepuk tangan) Karena negara-negara yang luas dan beragam; sebagai tetangga di kedua sisi Pasifik, dan di atas semua sebagai demokrasi - Amerika Serikat dan Indonesia terikat bersama oleh kepentingan bersama dan nilai-nilai bersama.



Kemarin, Presiden Yudhoyono dan saya mengumumkan kemitraan komprehensif baru antara Amerika Serikat dan Indonesia. Kami meningkatkan hubungan antar pemerintah kita di berbagai daerah, dan - sama pentingnya - kita akan meningkatkan hubungan antara orang-orang kami. Ini adalah kemitraan yang setara, didasarkan pada kepentingan bersama dan saling menghormati.



Jadi dengan sisa waktu saya hari ini, saya ingin berbicara tentang kisah Indonesia di hari-hari ketika saya tinggal di sini - sangat penting bagi Amerika Serikat dan ke seluruh dunia. Saya akan fokus pada tiga daerah yang terkait erat, dan fundamental untuk kemajuan manusia - pembangunan, demokrasi dan religi.



Pertama, persahabatan antara Amerika Serikat dan Indonesia dapat memajukan kepentingan bersama dalam pembangunan.



Ketika saya pindah ke Indonesia, itu akan sulit membayangkan masa depan di mana kesejahteraan keluarga di Chicago dan Jakarta akan dihubungkan. Tapi ekonomi kita sekarang global, dan Indonesia telah mengalami berbagai hal global: dari shock krisis keuangan Asia di 90, untuk mengangkat jutaan orang keluar dari kemiskinan karena peningkatan perdagangan. Apa artinya - dan apa yang kita pelajari dalam krisis ekonomi baru-baru ini - adalah bahwa kita memiliki sumbangsih dalam keberhasilan masing-masing.



Amerika memiliki kepentingan di Indonesia tumbuh dan berkembang, dengan kemakmuran yang secara luas dibagi di antara rakyat Indonesia - karena kelas menengah di Indonesia meningkat berarti pasar baru untuk barang-barang kami, seperti halnya Amerika merupakan pasar untuk barang-barang yang berasal dari Indonesia. Jadi kita berinvestasi lebih di Indonesia, dan ekspor kami telah tumbuh hampir 50 persen, dan kami membuka pintu bagi Amerika dan Indonesia untuk melakukan bisnis dengan satu sama lain.



Amerika memiliki kepentingan di Indonesia yang memainkan peran yang sah dalam membentuk ekonomi global. Lewatlah sudah hari-hari ketika tujuh atau delapan negara akan datang bersama untuk menentukan arah pasar global. Itu sebabnya G20 sekarang menjadi pusat kerjasama ekonomi internasional, sehingga negara-negara berkembang seperti Indonesia memiliki suara lebih besar dan juga memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk mengarahkan ekonomi global. Dan melalui kepemimpinannya kelompok anti-korupsi G20, Indonesia harus memimpin di panggung dunia dan dengan contoh dalam merangkul transparansi dan akuntabilitas. (Tepuk tangan)



Amerika memiliki kepentingan di Indonesia yang mengejar pembangunan berkelanjutan, karena cara kita tumbuh akan menentukan kualitas hidup kita dan kesehatan planet kita. Dan itulah sebabnya kami sedang mengembangkan teknologi energi bersih yang dapat kekuatan industri dan melestarikan sumber daya alam Indonesia yang berharga - dan Amerika menyambut kepemimpinan yang kuat di negara Anda dalam upaya global untuk memerangi perubahan iklim.



Di atas segalanya, Amerika memiliki kepentingan dalam keberhasilan masyarakat Indonesia. Di bawah berita utama hari itu, kita harus membangun jembatan antara orang-orang kami, karena keamanan masa depan kita dan kemakmuran bersama. Dan itu persis apa yang kita lakukan - dengan meningkatkan kerjasama antar para ilmuwan dan peneliti, dan dengan bekerja sama untuk mengembangkan kewirausahaan. Dan saya sangat senang bahwa kami telah berkomitmen untuk meningkatkan dua kali lipat jumlah mahasiswa Amerika dan mahasiswa Indonesia belajar di negara masing-masing. (Tepuk tangan) Kita ingin mahasiswa lebih banyak bahasa Indonesia di sekolah-sekolah Amerika, dan kami ingin lebih banya siswa Amerika untuk datang belajar di negeri ini. (Tepuk tangan) Kami ingin menjalin kerja baru dan pemahaman yang lebih besar antara kaum muda di abad muda.



Ini adalah isu-isu yang benar-benar penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Pengembangan, setelah semua, bukan hanya tentang tingkat pertumbuhan dan angka pada neraca. Ini tentang apakah seorang anak bisa belajar keterampilan yang mereka butuhkan untuk membuatnya hidup dalam dunia yang terus berubah. Ini tentang apakah ide yang bagus diperbolehkan untuk tumbuh menjadi bisnis, dan tidak dicekik oleh korupsi. Ini tentang apakah kekuatan-kekuatan yang mengubah Jakarta, saya pernah tahu - teknologi dan perdagangan dan aliran orang dan barang - dapat mengejawantah dalam kehidupan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia, untuk semua manusia, kehidupan yang ditandai oleh martabat dan kesempatan.



Saat ini, pembangunan tidak terlepas dari peran demokrasi.



Saat ini, kita kadang-kadang mendengar bahwa demokrasi berjalan sejajar dengan kemajuan ekonomi. Ini bukan sebuah argumen baru. Khususnya dalam masa perubahan dan ketidakpastian ekonomi, beberapa orang akan berkata bahwa lebih mudah untuk mengambil jalan pintas untuk pembangunan dengan perdagangan jauh hak manusia untuk kekuasaan negara. Tapi bukan itu yang saya lihat di perjalanan saya ke India, dan itu tidak saya lihat di sini di Indonesia. prestasi Anda menunjukkan bahwa demokrasi dan pembangunan memperkuat satu sama lain.



Amerika tidak berbeda. Konstitusi kita sendiri berbicara tentang upaya untuk menempa sebuah "persatuan yang sempurna," dan itu adalah perjalanan yang kami tempuh selama ini. Kami telah mengalami perang saudara dan kami berjuang untuk memperoleh hak yang sama bagi semua warga negara kita. Tapi justru upaya yang telah memungkinkan kita untuk menjadi lebih kuat dan lebih sejahtera, sementara juga menjadi lebih adil dan masyarakat yang lebih bebas.



Seperti negara-negara lain yang muncul dari penjajahan pada abad lalu, Indonesia berjuang dan berkorban untuk menentukan nasib Anda. Hari Pahlawan adalah semua tentang - sebuah Indonesia yang dimiliki rakyat Indonesia. Tapi Anda juga yang akhirnya memutuskan bahwa kebebasan tidak berarti mengganti tangan yang kuat dari penjajah yang dengan kuat Anda sendiri.



Tentu saja, demokrasi berantakan. Tidak semua orang menyukai hasil setiap pemilu. Namun itu adalah perjalanan yang berharga. Dibutuhkan lembaga-lembaga yang kuat untuk memeriksa kekuatan - konsentrasi kekuasaan. Dibutuhkan pasar terbuka untuk memungkinkan individu untuk berkembang. Dibutuhkan pers bebas dan sistem peradilan yang independen untuk membasmi pelanggaran, dan mendesak akuntabilitas. Dibutuhkan masyarakat yang terbuka dan warga yang aktif untuk menolak ketimpangan dan ketidakadilan.



Ini adalah kekuatan yang akan memajukan Indonesia. Dan dibutuhkan penolakan untuk mentolerir korupsi, sebuah komitmen terhadap transparansi dalam pemerintahan, dan keyakinan bahwa kebebasan orang Indonesia adalah hasil perjuangan rakyat secara bersama-sama.



Itu adalah pesan dari orang Indonesia yang sudah mahir cerita demokrasi - dari orang-orang yang berperang dalam Pertempuran Surabaya 55 tahun yang lalu hari ini, untuk para mahasiswa yang berunjuk rasa damai untuk demokrasi pada 1990-an, untuk para pemimpin yang telah melalui jalan damai dalam masa transisi kekuasaan di abad ini. Karena pada akhirnya, itu akan menjadi hak-hak warga negara yang akan menjahit bersama Nusantara yang luar biasa ini, yang membentang dari Sabang sampai Merauke, sebuah desakan - (tepuk tangan) - penekanan bahwa setiap anak yang lahir di negeri ini harus diperlakukan sama, apakah mereka datang dari Jawa atau Aceh; dari Bali atau Papua. (Tepuk tangan) Semua orang Indonesia mempunyai hak yang sama.



Upaya tersebut meluas ke contoh bahwa Indonesia sekarang berperan di luar negeri. Indonesia mengambil inisiatif untuk mendirikan Forum Demokrasi Bali, sebuah forum terbuka bagi negara-negara untuk berbagi pengalaman dan praktek-praktek terbaik dalam mengembangkan demokrasi. Indonesia juga berada di garis depan mendorong untuk lebih memperhatikan hak asasi manusia di ASEAN. Negara-negara Asia Tenggara harus memiliki hak untuk menentukan nasib mereka sendiri, dan Amerika Serikat akan sangat mendukung hak itu. Tetapi orang-orang Asia Tenggara harus memiliki hak untuk menentukan nasib mereka sendiri juga. Dan itulah mengapa kita mengutuk pemilu di Burma baru-baru ini yang tidak bebas dan adil. Itulah sebabnya kami mendukung pemberdayaan masyarakat sipil dalam bekerja dengan mitra di seluruh wilayah ini. Karena tidak ada alasan untuk berhenti menghormati hak asasi manusia dengan batasan-batasan negara manapun.



Bergandengan tangan, adalah jalan membangun demokrasi dan nilai-nilai tertentu yang universal. Kemakmuran tanpa kebebasan hanya bentuk lain dari kemiskinan. Karena manusia adalah makhluk sosial - kebebasan Anda mengetahui bahwa pemimpin bertanggung jawab kepada Anda, dan bahwa Anda tidak akan dipenjara karena tidak setuju dengan mereka, kesempatan untuk mendapatkan pendidikan dan untuk dapat bekerja dengan bermartabat, kebebasan untuk mempraktekkan iman anda tanpa rasa takut atau dihalang-halangi. Itu adalah nilai-nilai universal yang harus diperhatikan di mana-mana.



Sekarang, agama adalah topik terakhir yang ingin saya bicarakan hari ini, dan - seperti demokrasi dan pembangunan - itu adalah hal fundamental di Indonesia.



Seperti negara-negara Asia lain yang saya kunjungi dalam perjalanan ini, Indonesia kental dengan spiritualitas - tempat di mana orang menyembah Allah dalam berbagai cara. Seiring dengan ini keragaman yang kaya, juga rumah bagi penduduk Muslim terbesar di dunia - kebenaran yang saya kenal sebagai seorang anak ketika aku mendengar panggilan doa (azan) di penjuru Jakarta.



Sama seperti individu yang tidak didefinisikan semata-mata oleh iman mereka, Indonesia didefinisikan oleh lebih dari populasi Muslim. Tapi kita juga tahu bahwa hubungan antara Amerika Serikat dan masyarakat Muslim telah terbakar selama bertahun-tahun. Sebagai Presiden, saya telah membuat prioritas untuk mulai memperbaiki hubungan ini. (Tepuk tangan) Sebagai bagian dari upaya itu, saya pergi ke Kairo Juni lalu, dan saya menelepon untuk sebuah awal baru antara Amerika Serikat dan umat Islam di seluruh dunia - satu yang membuat jalan bagi kita untuk bergerak melampaui perbedaan-perbedaan kita.



Saya mengatakan hal itu, dan saya akan mengulangi sekarang, bahwa tidak ada satu pidato yang bisa membasmi ketidakpercayaan. Tapi saya percaya itu, dan saya percaya hari ini, bahwa kita memang memiliki pilihan. Kita bisa memilih untuk didefinisikan oleh perbedaan kami, dan menyerah pada kecurigaan dan ketidakpercayaan. Atau kita dapat memilih untuk bekerja keras dan berkomitmen untuk terus mengejar kemajuan. Dan saya bisa menjanjikan pada Anda - tidak peduli apa kemunduran mungkin datang, Amerika Serikat berkomitmen untuk kemajuan manusia. Itulah siapa kita. Itulah yang kami lakukan. Dan itulah yang akan kita lakukan. (Tepuk tangan)



Sekarang, kita tahu juga isu-isu yang telah menimbulkan ketegangan selama bertahun-tahun - dan ini adalah masalah yang saya bahas di Kairo. Dalam 17 bulan yang lalu sejak pidato itu, kami telah membuat beberapa kemajuan, tetapi kami memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan.



Warga sipil di Amerika, di Indonesia dan seluruh dunia masih menjadi target pelaku kekerasan. Saya telah menjelaskan bahwa Amerika tidak, dan tidak akan pernah, berperang dengan Islam. Sebaliknya, kita semua harus bekerja sama untuk mengalahkan al Qaeda dan afiliasinya, yang tidak mengklaim menjadi pemimpin agama apapun --- pasti bukan yang besar, agama dunia seperti Islam. Tetapi mereka yang ingin membangun tidak boleh menyerahkan tanah untuk teroris yang berusaha untuk menghancurkan. Dan ini bukan tugas Amerika saja. Di sini di Indonesia, anda telah membuat kemajuan dalam membasmi ekstremis dan memerangi kekerasan tersebut.



Di Afghanistan, kami terus bekerja dengan koalisi negara-negara untuk membangun kapasitas pemerintah Afghanistan untuk mengamankan masa depan dalam membangun perdamaian di negeri yang dilanda perang - damai yang tidak memberikan tempat yang aman bagi ekstremis kekerasan, dan yang memberi harapan bagi rakyat Afghanistan.



Sementara itu, kami telah membuat kemajuan pada salah satu komitmen utama kami - upaya kami untuk mengakhiri perang di Irak. Hampir 100.000 pasukan Amerika sekarang meninggalkan Irak, sejak saya menjadi presiden. (Tepuk tangan) Irak telah mengambil tanggung jawab penuh atas keamanan mereka. Dan kami akan terus mendukung Irak untuk membentuk pemerintahan inklusif, dan kami akan membawa pulang semua tentara kami.



Di Timur Tengah, kita menghadapi pasang surut perdamaian, tapi kami akan tetap gigih pengupayakan perdamaian. Israel dan Palestina memulai kembali pembicaraan tetapi tetap ada hambatan. Seharusnya tidak ada hayalan bahwa perdamaian dan keamanan akan datang dengan mudah. Tapi bila ada keraguan: Amerika tidak akan mengampuni upaya untuk hasil yang adil, dan itu adalah demi kepentingan semua pihak yang terlibat - dua negara, Israel dan Palestina, hidup berdampingan dalam damai dan keamanan. Itu adalah tujuan kami. (Tepuk tangan)



Taruhannya tinggi dalam menyelesaikan semua masalah ini. Untuk dunia kita telah tumbuh lebih kecil, dan sedangkan kekuatan yang menghubungkan kita telah melepaskan kesempatan dan kekayaan besar, mereka juga memberdayakan orang-orang yang berusaha untuk menggelincirkan kemajuan. Satu bom di pasar bisa melenyapkan hiruk pikuk perdagangan harian. Satu rumor berbisik dapat mengaburkan kebenaran dan menimbulkan kekerasan antara masyarakat yang pernah hidup bersama dalam damai. Di zaman yang serba cepat dan perubahan budaya bertabrakan, apa yang kita miliki sebagai umat manusia terkadang bisa hilang.



Tapi saya percaya bahwa sejarah baik Amerika dan Indonesia harus memberi kita harapan. Ini adalah cerita yang ditulis ke dalam motto nasional kita. Di Amerika Serikat, moto kami adalah E Pluribus Unum - berbeda/plural tapi satu. Bhinneka Tunggal Ika - bersatu dalam keragaman. (Tepuk tangan) Kami adalah dua bangsa, yang memiliki jalan yang berbeda. Namun bangsa kita menunjukkan bahwa ratusan juta orang yang memiliki keyakinan berbeda dapat bersatu dalam kebebasan di bawah satu bendera. Dan kita sekarang membangun kemanusiaan bersama - melalui orang-orang muda yang akan belajar di sekolah masing-masing, melalui pengusaha yang dapat mendatangkan kesejahteraan yang lebih besar, dan melalui kami merangkul nilai-nilai demokrasi yang fundamental dan aspirasi manusia.



Sebelum saya datang ke sini, saya mengunjungi masjid Istiqlal - tempat ibadah yang masih dalam pembangunan ketika saya tinggal di Jakarta. Dan saya mengagumi menara yang membumbung tinggi dan kubah yang mengesankan dan ruang ramah. Tapi nama dan sejarah juga berbicara dengan apa yang membuat Indonesia hebat. Istiqlal berarti kemerdekaan, dan konstruksi yang berada di bagian bukti perjuangan bangsa untuk kebebasan. Selain itu, rumah ibadah bagi ribuan Muslim dirancang oleh arsitek Kristen. (Tepuk tangan)



Tempat tersebut adalah roh Indonesia. Tempat tersebut adalah pesan filsafat inklusif Indonesia, Pancasila. (Tepuk tangan) Di negara kepulauan yang berisi beberapa ciptaan Allah yang paling indah, pulau di atas samudra bernama perdamaian, orang memilih untuk menyembah Allah sesuka mereka. Islam berkembang, tetapi begitu juga agama lain. Pembangunan diperkuat oleh demokrasil. Tradisi kuno bertahan, bahkan meningkat.



Itu tidak berarti bahwa Indonesia adalah tanpa ketidaksempurnaan. Tidak ada negara yang sempurna. Tetapi di sini kita bisa menemukan kemampuan untuk menjembatani berbagai ras dan wilayah dan agama - dengan kemampuan untuk melihat diri Anda pada orang lain. Sebagai anak dari ras yang berbeda yang datang ke sini dari sebuah negeri yang jauh, saya menemukan semangat dalam sambutannya yang saya terima pada saat pindah ke sini: Selamat Datang. Sebagai seorang Kristen mengunjungi sebuah masjid pada kunjungan kali ini, saya menemukan itu dalam kata-kata seorang pemimpin yang bertanya tentang kunjungan saya dan berkata, "Muslim juga diperbolehkan dalam gereja. Kami adalah pengikut semua Tuhan. "



Cahaya ilahi ada dalam kehidupan kita masing-masing. Kita tidak bisa menyerah pada keraguan atau rasa sinis atau putus asa. Cerita dari Indonesia dan Amerika seharusnya membuat kita optimis, karena hal itu mengingatkan kita bahwa sejarah, di samping memajukan manusia, mempererat persatuan dari berbagai bidang, dan bahwa orang di dunia ini dapat hidup bersama dalam damai. Kami, dua negara, akan bekerja sama, dengan iman dan tekad, berbagi kebenaran dengan seluruh umat manusia.



Sebagai Penutup saya, saya mengucapkan kepada seluruh rakyat Indonesia: Terima kasih atas...terima kasih. Assalamualaikum. (kalimat ini semuanya diucapkan dalam Bahasa Indonesia) Thank You.


sumber


Obama Datang, Polisi Janji Hanya Tutup Jalan 5-7 Menit  
Muhammad Taufiqqurahman - detikNews


Jakarta - Sebagaimana bila ada tamu dari negeri superpower AS, kegiatan berlalu lintas masyarakat Jakarta akan terganggu. Lalu lintas di sekitar pusat kegiatan Presiden Obama nantinya akan dialihkan.

"Jadi nanti pengalihan hanya di lokasi kegiatan dan diawali saat Obama datang di Halim Perdanakusumah," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Royke Lumowa, saat dhubungi detikcom, Selasa (9/11/2010) pagi.

Setelah kawasan Halim, Obama nanti bergerak ke Hotel Shangri-La yang disebut-sebut merupakan tempat menginapnya. Lalu dia ke Istana Negara bertemu SBY, jamuan makan malam, dan kembali ke hotel lagi.

Esok harinya, polisi juga akan mengalihkan lalu lintas di Masjid Istiqlal, tempat Obama berpidato, kampus UI Depok dan Taman Makam Pahlawan Kalibata. Pengalihan terus berlanjut saat Obama meninggalkan Jakarta menuju ke Korsel.

"Kita akan meminimalkan untuk menutup jalan-jalan yang ada karena kalau ditutup terlalu lama kita juga yang akan repot. Penutupan jalan hanya akan berlangsung 5 sampai 7 menit," jelasnya.

Royke melanjutkan, pihaknya akan memaksimalkan penggunaan jalur tol sebagai akses kendaraan dari Obama menuju ke beberapa tempat yang sudah dijadwalkan.

"Misalnya saat tiba di Halim Perdanakusumah, jalur yang akan dipakai adalah Halim menuju tol dalam kota melewati Semanggi, Sudirman, Thamrin dan berakhir di Istana Negara," kata Royke.

Untuk jalur menuju Universitas Indonesia (UI), Depok, polisi juga akan menggunakan jalur tol Semanggi, Kampung Rambutan, TB Simatupang, dan jalur Lenteng Agung sebelum akhirnya menuju UI Depok.

"Kita siapkan 1.700 personel untuk mengamankan kegiatan Obama selama di Jakarta," terangnya.

sumber

Kutipan Sedikit
Wah tapi kemaren saya kena macet di Cawang, deket Uki selama hampir kurang lebih 10 menit (Karena jalan ditutup sementara oleh polisi). Kayaknya si waktu ditutup itu pas Presiden Obama mau ke Halim, setelah jalan dibuka pun macetnya masih panjang karena tol Cawang-TMII dikosongkan untuk perjalanan VVIP, ya itu menurut keterangan yang saya lihat di keterangan jalan tol. Æª(‾ε‾“)ʃ Æª(‾ε‾“)ʃ Æª(‾ε‾“)ʃ


Waduh, tol dibuka aja daerah Pancoran udah macet banget, uhmm kebayang kan waktu tol ditutup sementara macetnya kayak gimana? (¬_¬") (¬_¬") stres rasanya, mana waktu itu ada panggilan interview, gimana gak worried banget? hampir putus asa dan memutuskan untuk putar arah lalu pulang lagi kerumah, tapi dalam hati bilang jangan pulang. Akhirnya diputuskan untuk meneruskan perjalanan, dalam hati cuma bilang Bismillahirrahmanirrahim” Ø¨ِسْÙ…ِ اللهِ الرَّØ­ْÙ…َانِ الرَّØ­ِÙŠْÙ…ِ , ya Allah saya punya niat baik, semoga dilancarkan.AMIN

Ya ampun ternyata beneran telat 15 menit sampe kantornya, singkat cerita interview selesai dan saya pulang kerumah sambil berdoa semoga diterima ya Allah. Dan hasilnya udah ada hari ini, Alhamdulilah hirobil'alamin finally i got it. Makasih ya Allah doanya udah didenger, kawan doakan ya supaya kerja saya gak mengecewakan dan diberikan kelancaran.AMIN ~(^^)~°~(^^)~°~(^^)~°~(^^)~°~(^^)~



Continue reading...

Minggu, November 07, 2010

Bersahabat Dengan Mantan, Mungkinkah?




My ex boyfriend (c) thinkbudget

Yang namanya putus cinta itu memang sudah biasa. Berani menjalani sebuah komitmen, berani pula menghadapi jika ternyata memang Anda dan si dia harus putus hubungan. Namun setelah beberapa lama berpisah, Anda sudah punya pasangan dan dia juga sudah punya pasangan, mungkinkah persahabatan Anda dengan mantan dilanjutkan?

KapanLagi.com - Oleh: Agatha Yunita


Beberapa orang yang saya jumpai mengatakan, "oh ya pasti bisa dong. Kan kita ini nggak ingin cari musuh ya. Inginnya cari teman," begitulah kata mereka, dan mungkin menurut saya juga, dulu. Namun kenyataannya, tak bisa dipungkiri bahwa persahabatan dengan mantan bukanlah suatu persahabatan murni. Bagaimanapun tentunya ada masih ada arus-arus listrik yang kemungkinan bisa mengalir dan kemudian nyambung kembali saat bertemu. Istilah bekennya, masih ada chemistry yang tiba-tiba muncul saat sering adanya kontak dan komunikasi. 



Mungkin kita bisa menyangkal, ah, si dia kan sudah ada yang punya, begitupun dengan Anda. Tetapi separuh hati Anda tak akan bisa ditutupi dan disembunyikan, bahwa mungkin masih ada setitik perasaan Anda padanya, begitupun dengan dia. Setitik, kedengarannya sangat sedikit, namun jangan diremehkan lho. Hanya karena nila setitik saja bisa rusak susu sebelanga. 



Percaya atau tidak, persahabatan dengan mantan tak akan pernah menjadi sebuah persahabatan yang murni. Setidaknya pasti di saat Anda atau dia sedang ribut dengan pasangan, maka Anda dan dia akan saling curhat dan berbagi perasaan. Nah, jika salah satu di antara Anda ada yang merasa kecewa dan terluka, apa iya sih Anda tega membiarkannya menangis dan sedih sendirian? Awalnya sih Anda akan menelepon dia, kemudian menguatkan hatinya, memberi semangat. Ceritapun terus berlanjut, ia masih sedih dan dia berpikir bahwa pasangannya selingkuh. Anda pun turut bersimpati padanya, kemudian Anda berdua janjian untuk bertemu satu sama lain. Dari situ Anda kemudian meremas tangannya lembut dan menunjukkan bahwa Anda ada di sana untuk mendukungnya. Tak berhenti di situ, ternyata pasangan si dia benar-benar kelewatan. Katanya sih dia itu kedapatan sedang bertelepon mesra dengan seseorang. Kecewalah, si mantan Anda. Lalu, Anda mengajak si dia bertemu, memeluk dan menyediakan bahu untuknya. Hangat, dan nyaman. Itulah yang dirasakan sang mantan saat itu. Rasanya bebannya berkurang, dan dia merasa ada semangat yang menguatkan dirinya. Dan di situ pula muncul kembali perasaan sayang. Dia pun berpikir bahwa ternyata Andalah orang yang tepat untuk mendampinginya. Ia menyesal telah putus dari Anda. Dan, ternyata dengan kedekatan Anda dengannya, Anda merasa hal yang sama. Ingin selalu dekat dan melupakan pasangan Anda. Bagi Anda saat ini, pasangan adalah orang yang kurang mengerti. Tak terlalu perhatian seperti sang mantan.[break]



Dan, eng ing eng, terjadilah sebuah perselingkuhan. Dan Anda dan dia sepakat untuk mengakhiri hubungan dengan pasangan (jika Anda berani), atau malah memilih sembunyi-sembunyi dan menjalani cinta secara gerilya. 



Tapi kan tidak semua mantan yang bersahabat demikian?



Beberapa di antaranya sih memang 'tampaknya' bisa bersahabat secara sehat. Namun tahukah Anda bahwa di antara keduanya saling menahan dan menekan perasaan masing-masing? Tanpa disadari memang demikian. Tetapi hal itu bisa jadi hal yang positif, karena itulah yang harus dilakukan oleh kita yang sudah punya pasangan. Jika bersahabat dengan mantan, berusaha sebisa mungkin untuk menjaga hubungan tersebut hanya sebatas mantan. Memang bicara saja tak mudah, bahkan saat saya menuliskan hal ini, saya jadi ingat beberapa kejadian di masa lalu saat bersahabat dengan mantan, dan akhirnya chemistry di antara kami kembali terjalin. Oopss... saya cut di sini, karena kelanjutan ceritanya sedang saya rajut saya simpan di dalam diary pribadi saya. Ok, kita lanjut. Jadi apakah Anda akan memilih bersahabat dengan mantan, maksud saya, persahabatan yang tulus?



Iya, dong!



Jika memang Anda memilih untuk bersahabat tulus dengan mantan, selalu ingat bahwa Anda dan dia sudah berakhir. Bahkan saat ini mungkin Anda dan dia sama-sama sudah memiliki pasangan. Jadi jika memang si dia punya masalah atau suatu unek-unek, sebaiknya berikan opini secara objektif. Dan tentu, benar-benar posisikan diri Anda sebagai sahabat, bukan mantan pacar.



Hal berikutnya, hindari kembali mengingat-ingat kenangan yang pernah terjadi di antara Anda dan si dia. Jika dia mulai mengungkit-ungkit lagi, katakan dengan sopan bahwa Anda tak ingin mengingat kejadian di masa lampau. 



Sebisa mungkin hindari pertemuan berdua, dan jangan membuka atau menceritakan masalah pribadi Anda dengan pasangan. Ini sama saja dengan memukul genderang perang dan membuka lebar-lebar gerbang hati Anda untuk sang mantan.



Tidak, tidak perlu bersahabat!



Anda yang mungkin menyadari bahwa ternyata diri Anda tak cukup kuat mengendalikan diri, sebaiknya jangan bersahabat terlalu dekat dengan mantan. Bukan berarti Anda harus musuhan ya, tetap berteman namun jaga jarak Anda sejauh mungkin.



Hindari pula kontak atau komunikasi yang terlalu intens dan akrab. Jika memang tak sengaja Anda diharuskan semeja dengan si dia, bicarakan saja hal-hal umum dan hindari pembicaraan pribadi.



Kita memang tidak dilahirkan untuk mencari musuh, tetapi menutup erat gerbang hati untuk sang mantan akan lebih bijaksana jika Anda atau si dia sama-sama masih memiliki komitmen dengan orang lain. Jika toh sama-sama single, ya bolehlah Anda pikirkan kembali. (wo/bee)

sumber
http://woman.kapanlagi.com/relationship/love/4039-bersahabat-dengan-mantan-mungkinkah.html
Continue reading...
 

Cookies Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template In collaboration with fifa
Cake Illustration Copyrighted to Clarice